Beranda » Cerpen » Tips Membuat Alur yang Mencengangkan pada Cerita

Tips Membuat Alur yang Mencengangkan pada Cerita

T Diposting oleh pada 22 October 2020
F Kategori , , , , , ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 50 kali

Pada artikel sebelumnya Teknik Pengembangan Alur pada Cerpen sudah dibahas tentang berbagaimana teknik dalam pengaluran cerpen, baik strukturnya, susunan struktur, alur struktur dan lain-lain. Dalam beberapa hal kita juga sudah membahas banyak hal terkait alur. Tentu kamu tidak asing dengan urutan berikut: oriantasi-komplikasi-evaluasi-resolusi (penyelesaian). Sering kali kita temuicerita jenis cerpen , -yang menggunakan alur cerita seperti itu. Terasa membosankan. Namun, kamu bisa membuat alur cerita yang menarik lebih dari itu. Apa salahnya untuk sedikit berbeda?

Alur adalah pergerakan cerita dari awal hingga akhir, rangakaian pristiwa demi pristiwa. Di dalam sebuah alur ada yang disebut alur progresif (bergerak runtut dari awal sampai akhir). Alur kilas balik atau flash back (dimulai dari akhir cerita hingga bergerak ke awal cerita). Dan, alur campuran yaitu alur yang menghubungkan kedua alur tersebut.

Baca Juga: 5 Langkah Menulis Cerita Fantasi yang Meyakinkan

Alur sangat berpengaruh besar pada sukses tidaknya sebuah cerita yang dibangun. Percuma jika di dalm cerita kita memasukkan tokoh cerita yang hebat, diksi dan kata-kata yang luar biasa, jika kita menggunakan pengembangan alur yang buruk, maka besar kemungkinan cerita yang kita buat akan membosankan. Sebaliknya, ketika kita membuat tokoh yang biasa-biasa saja, tetapi merangkainya dengan alur yang hebat, bisajadi cerita yang dihasilkan sangat berkesan dan tidak mudah dilupakan oleh pembaca.

Alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, dan aksi/laku (action) dari tokoh-tokoh cerita. Alur yang baik akan sangat membantu pembaca untuk menangkap gambaran utuh dari cerita yang disuguhkan dalam novel. Bagi penulis, penguasaan alur cerita sangat menolong agar nggak kehilangan jejak, atau mentok di tengah jalan.

KLIK DISINI untuk tahu lebih dlam tentang penerbitan!

Sebaiknya, sebelum menulis sebuah cerita buatlah terlebih dahulu draf alur yang akan digunakan dalam cerita untuk memudahkan saat menulis nanti. Untuk mengetahui bagaimana cara menuliskan alur yang mencengangkan bagi pembaca, akan dibahas sebagai berikut:

  1. Jangan Takut dengan Adegan Pasaran

Contoh adegan yang pasaran seperti; dua tokoh yang bertemu dengan cara saling menabrak secara tidak sengaja. Atau dua tokoh utama yang bersahaat sejak kecil dan ketika dewasa saling jatuh cinta, dan masih banyak yang lain.

Tidak masalah jika kamu tetap ingin menuliskan jenis cerita seperti itu, sebab begitu banyak cerita yang boomin tetapi konsep yang dibahas seperti adegan-adean pasaran seperti itu. Jadi jangan khawatir mengenai adegan-adegan yang sudah pasaran di cerita. Menarik-tidaknya sebuah cerita, seemua bisa tergantung dari bagaimana cara penulis memainkan cerita tersebut.

Baca Juga: 5 Langkah Menulis Cerita Fantasi yang Meyakinkan

  1. Utamakan Rasa Keingintahuan Pembaca

Alur yang mudah terbaca akan menjadi kurang menantang sehingga tidak menumbuhkan ‘rasa ingin tahu’ seorang pembaca. Selain diksi dan komposisi sebuah percakapan, alur lebih berperan besar untuk memelihara rasa ingin tahu pembaca tentang kelanjutan cerita yang sedang dibaca. Jika kamu seorang penggemar drakor (drama korea), atau sering menonto sinetron Indonrsia, maka perhatikanlah setiap akhir episode pasti selalu ada sisipan kejadian yang dapat memicu rasa ingin tahu kelanjutan ceritanya. Alur cerita yang mulanya seperti hendak masuk ke resolusi, tiba-tiba dimunculkan kembali konflik baru. Nah, bisa kita simpulkan bahwa alur cerita adalah sarana pengarang dalam menjaga gairah membaca. Maka, untuk menantang jiwa kepengaranganmu, tentu kamu tidak akan berniat untuk membuat cerita yang mudah ditebak pembaca. Mainkanlah alur cerita yang kamu kembangkan untuk memelihara rasa ingin tahu pembaca.

  1. Perhatikan Sekeliling

Salah satu cara supaya bisa memainkan cerita adalah dengan memperhatikan sekeliling. Bisa juga dengan banyak-banyak mendengar cerita dari orang-orang terdekat. Semakin banyak cerita yang didengar maka semakin banyak pengalaman dan pemebelajaran yang dapat dilihat sehingga semakin banyak pula inspirasi yang bisa dikembangkan pada cerita yang sedang kamu tulis. Pastikan lebih peka dan memerhatikan  kisah-kisah yang unik yang bisa kamu ramu ke dalam cerita yang kamu buat.

  1. Logis

Salah satu perbedaan pada tulisan fiksi dan non fiksi adalah sisi logika yang dikembangkan di dalamnya. Pada tulisan non fiksi, unsur logis dan empiris sangat diutamakan. Sebaliknya, tulisan fiksi cenderung memiliki kelonggaran dalam hal logika. Menggunakan teknik-teknik khayalnya, tetapi tetap saja memnfaatkan logika untuk menarik minat dan membuat pembaca bertanya-tanya: apa yang akan setelah ini? yang akan membentuk alur cerita melalui rangkaian sebab-akibat.

Selain rangkaian sebab-akibatbta, kelogisan sebuah alur cerita juga berkaitan dengan ‘keajaiban’. Bisa kita gunakan kemunculan ‘tokoh ajaib’ atau ‘kejadian-kejadian ajaib’ yang di luar akal sehat untuk mendukung cerita yang kita buat. Seperti halnya dikehidupan sehari-hari, terkadang kita disenggolkan akan ‘keberuntungan’ dengan kehadiran sosok atau kejadian yang ‘jatuh dari langit’. Namun, jika cerita yang kamu kembangkan terlalu sering  muncul keajaiban atau kebetulan-kebetulan, pembacamu akan merasa jengkel dan menganggap ceritamu tidak berbobot. Untuk itu, berikanlah porsi yang pas untuk sebuah ‘kebetulan, keajaiban atau mukjizat’ dalam cerita yang kamu buat tetapi tetap pertahankan logis tidaknya alur cerita berjalan.

  1. Stop Memaksakan Diri!

Terkadang, ada kalanya kamu terlalu fokus memberi pembeda supaya cerita yang kamu buat bisa menjadi antimainstream tapi ternyata ketika diaplikasikan jadinya justru terlihat aneh, memaksa, dan tidak masuk akal. Maka hindarilah hal-hal seperti ini.

  1. Editing

Alur yang menarik tidak akan lepas dari menyunting cerita. Setelah selesai menulis suatu cerita maka usahakanlah untuk membaca kembali hasil tulisan yang sudah dibuat tersebut dari awal. Pikirkan, apakah alurnya perlu diubah urutannya atau hal-hal lain. Penting untuk diingat bahwa hampir semua penulis selalu melakukan penyuntingan setelah tulisan selesai ditulis. Penyuntingan di sini juga tidak akan lepas dari menimbang dan menyunting kembali alur pada cerita.

Baca Juga: Cara Membuat Kerangka Ide Cerita yang Menarik

Belum ada Komentar untuk Tips Membuat Alur yang Mencengangkan pada Cerita

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Tips Membuat Alur yang Mencengangkan pada Cerita

KARYA TULIS ILMIAH: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Karakteristik, Fungsi, Macam-macam

T 20 October 2020 F , , A Author

Pengertian Karya Tulis Ilmiah Karya Tulis Ilmiah bukanlah hal yang awam bagi mahasiswa ataupun pelajar, sebab sering sekali mendapatkan tugas untuk membuat karya tulis jenis ini. Bahkan, karya tulis ilmiah bisa dikatakan kaitannya dengan proses studi sangat erat terikat. Pelajar... Selengkapnya

Penyakit Yang Menghambat Keberhasilan Penulis Pemula

T 19 May 2016 F A admin

Secara umum penyakit dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi yang tidak normal dari tubuh yang menyebabkan ketidaknyamanan. Untuk menyembuhkannya penyakit biasanya menghubungi dokter. Baik, di sini saya tidak akan membahas mengenai berbagai macam penyakit berikut obatnya. Karena saya bukan dokter dengan... Selengkapnya

Keunggulan dan Kekurangan antara Penerbit Mayor dan Indie

T 23 October 2020 F , , , , , , , , A Author

Antara Indie dan Mayor – Pernahkah kamu mendengar orang-orang menyeburkan antara penerbit mayor dan indie? Apalagi seseorang yang memang suka menulis dan bermimpi untuk menerbitkan buku. Pasti orang-orang seperti ini sibuk membicarakan antara mayor dan indie. Nah, jika kalian masih... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Menulis Puisi Dapat Duit

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.