Beranda » Dunia Menulis » Puisi Kontemporer: Pengertian, Ciri-ciri, Macam-macam, dan Contoh

Puisi Kontemporer: Pengertian, Ciri-ciri, Macam-macam, dan Contoh

T Diposting oleh pada 15 October 2020
F Kategori ,
b 2 komentar
@ Dilihat 928 kali

Pengertian Puisi Kontemporer

Pernah mendengar tentang puisi kontemporer? Apa ya puisi kontemporer?

Menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia kontemporer artinya ‘pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa ini.’ Maka, secara garis besarnya puisi kontemporer berarti puisi yang dibuat di waktu kini, atau puisi yang penciptaanya dilakukan pada masa sekarang. Puisi kontemporer ini juga didefinisikan sebagai bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan puisi pada umumnya.  Untuk itu,  sifat dari puisi kontenporer ini adalah inkonvensional (tidak memiliki keteraturan seperti puisi biasanya).

Puisi kontemporer tidak memiliki ikatan berdasarkan bentuk maupun irama, sehingga puisi ini dikreasikan sebebas mungkin menurut kreasi sang penulis. Puisi ini sering menggunakan kata kasar, ejekan,  dan lain-lain. Terkadang, penggunaan kata di dalam puisi kontemporer memang bukanlah hal yang dipentingkan atau kurang diperhatikan kesantunan bahasanya. Kebebasan itulah yang menyebabkan puisi jenis ini digadang sebagai puisi dengan ciri kekinian.

Mungkin, istilah gaul untuk puisi ini ‘puisi milenial’ kali ya? Hehe… Jadi, buat kamu, anak muda yang suka dunia sastra terutama puisi, parah banget kalau tidak tahu dan tidak kenal puisi ini.

Baca Juga : 7 Langkah Menjaga Mood saat Menulis

Berikut tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam berkembangnya puisi kontenporer di indonesia:

  1. Hamid Jabbar, terkenal dengan karya kumpulan puisi Wajah Kita.
  2. Sutardji Calzoum Bachri, terkenal dengan karya yang berjudul O, Amuk, dan juga O Amuk Kapak.
  3. Ibrahim Sattah, terkenal dengan karya di dalam kumpulan puisi Hai Ti.

Puisi kontemporer ini kiblatnya lebih kepada puisi yang menggutamakan bentuk grafis maupun fisik (bunyi) sebagai bahan pengutarahan perasaan si penyair. Tugas terberat seorang penyair dalam puisi ini lebih pada rangkaian kata untuk menimbulkan efek bunyi yang bisa didengar dengan indah.

Puisi satu ini memang memiliki banyak perbedaan dan ke-khasanya tersendiri. Nah, tidak perlu khawatir, kali ini kita akan bahas tentang puisi kontenporer secara luasnya tidak hanya pengertian yang sudah dijelaskan pada awal pembahasan saja, tetapi kita akan bahas secara kupas mulai dari ciri-ciri, jenis, serta hingga contoh lengkap dari puisi kontemporer.  Untuk itu, yuk mari kita simak!

 

Ciri-Ciri Puisi Kontemporer

Adapun ciri-cirinya, sebagai berikut:

  1. Bentuk tulisan (tipografi) pada puisi ini unik
  2. Terkadang menyatukan kata-kata atau kalimat dalam bahasa Indonesia menggunakan kata atau kalimat bahasa daerah, hingga bahasa dialek, serta bahasa asing.
  3. Corak yang berbeda dengan puisi indonesia pada umumnya (resmi)
  4. Kekerasan/kemerduan bunyi menjadi pin ynag sangat mutlak diperhatikan.
  5. Memamaki idiom-idiom inkonvensional atau yang tidak lazim.
  6. Banyak terjadi pengulangan kata, frasa, atau kelompok kata sehingga membuat puisi ini tampak tidak wajar.
  7. Menggunakan bahasa yang blak-blakan,jujur, serta sederhana, tanpa memperhatikan diksi yang berat.
  8. Bahasa yang digunakan pararelisme dengan menggabungkannya dengan gaya bahasa hiperbola
  9. Tidak terlalu memerhatikan hubungan makna antar kata tetapi lebih fokus mempermainkan kata-kata. Meski begitu makna totalitas puisi tetap ada.
  10. Terkadang menggunakan simbol-simbol yang hanya dipahami oleh penyair yang bersangkutan.

Baca Juga : 3 Manfaat Menulis Secara Umum

 

Macam-macam Puisi Kontemporer

Adapun jenis atau macam-macam puisi kontemporer beserta contohnya, diantaranya yaitu:

  1. Puisi Mbeling

Secara umum, puisi mbeling memasukan unsur-unsur humor yang bercorak kelakar di dalamnya . Selain itu, juga sering dimasukkan unsur kritik, terutama kritik sosial.

Contoh:

 

Potret

(Remy Sylado)

Anak-anak berlari-lari, lalu

Bernyanyi, “Ambilkan bintang, Bu!” setelah itu

Berkata, “Pak,’Bu, minta uangnya.”

 

Semua terdiam tak memperhatikan

 

“Lapar, belum makan,” wajah memelas

 

100, 200, 500, 1000 rupiah

Senyumlah sang anak, ia pergi

Berlari bernyanyi kembali

Potret bangsa sore ini

 

  1. Puisi Idiom Baru

Puisi kontemporer jenis ini tetap menggunakan kata sebagai alat ekspresinya. Namun,  kata yang dituliskan tersebut dinyatakan dan diberi nyawa secara baru.

Contoh:

Tapi

(Sutardji Calzoum Bachri)

 

aku bawakan bunga padamu

tapi

Kau bilang masih aku bawakan resah padamu

tapi

kau bilang hanya aku bawakan darahku padamu

tapi

kau bilang cuma

aku bawakan mimpiku

padamu

tapi

kau bilang meski

aku bawakan dukaku

padamu

tapi

kau bilang tapi

aku bawakan mayatku

padamu

tapi

kau bilang hampir

aku bawakan arwahku

tapi

kau bilang kalau

tanpa apa aku datang

padamu.

 

  1. Puisi Suprakata

Puisi suprakata yaitu jenis puisi kontemporer yang memakai kata-kata konvensional yang di tukar-tukar atau mencitptakan kata-kata baru yang sebelumnya tidak ada kosakatanya dalam bahasa Indonesia. Jenis puisi ini mementingkan ritme dan bunyi

Contoh:

EPISAUPI

(Sutardji Calzoum Bachri)

Sepisau luka sepisau duri

Sepikul dosa sepukau sepi

Sepisau duka serisau diri

Sepisau sepi sepisau nyanyi

Sepisaupa sepisaupi

Sepisapanya sepikau sepi

Sepisaupa sepisaupoi

Sepikul diri keranjang duri

Sepisaupa sepisaupi

Sepisaupa sepisaupi

Sepisaupa sepisaupi

Sampai pisauNya ke dalam nyanyi

Silahkan KLIK DISINI untuk informasi seputar penerbitan

  1. Puisi Tipografi

Puisi tipografi merupakan salah puisi kontemporer yang lebih melihat bentuk atau tampak fisik sebagai bahan memperkuat puisi.

Contoh:

DOA

(Jeihan Sukmantoro)

A

A A

A A A

A A A A

A A A A A

A A A A A A

A A A A A A A

A A A A A A A A

A A A A A A A A A

A A A A A A A A A A

A A A A A A A A A A A

A A A A A A A A A A A A

A A A A A A A A A A A A A

A A A A A A A A A A A A A A

A A A A A A A A A A A A A A A

A A A A A A A A A A A A A A A A

A A A A A A A A A A A A A A A A A

 

  1. Puisi Multi Lingual

Puisi multilingual adalah jenis puisi kontemporer dengan menggunakan kata atau kalimat dari banyak bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa daerah.

Contoh:

Dua Jembatan: Mirabeau & Asemka

(Remy Sylado)

 Mengapa orang mau mendengar Apollonaire

Yang berkisah tentang kebohongan dunia

-Et Sous le pount Mirabeau coule la Seine

-Et nouns amours

-?

 

Mengapa tak mau dengan Remifasolasido

Yang berkisah tentang kejujuran dunia

-Ning ngisore kreteg Asemka iku

-Akeh umbele Cino

 

-?

 

  1. Puisi Mini Kata

Puisi mini kata adalah puisi kontemporer yang menggunakan kata-kata dengan jumlah sedikit dengan memakai simbol, baik berupa huruf, garisan titik, atapun simbol lain.

Contoh:

COMMUNICATION GAP

(Remy Sylado)

Ya

TUHAN

Tuhan Tuhan Tuhan

Tuhan

Tu

Han

Tu

Han

Tu

Hantu

Hantu Hantu

Hantu Hantu Hantu

HANTU

Ay

 

  1. Puisi Tanpa Kata

Puisi tanpa kata adalah puisi yang tidak menggunakan kata sama sekali di dalamnya sebagai cara mengekspresikan, tetapai memakai tanda-tanda seperti titik-titik, garis, huruf, serta simbol lain.

Contoh:

Pupus

Karya : Abdul Malik

“              “

? ?

?

X

8. Puisi Mantra

Puisi mantra adalah salah satu jenis puisi kontemporer dengan menggunakan berhubungan salah satu jenis pusi lama, yaitu mantra. Puisi jenis ini penyajiannya hubungan dunia misteri dan berupaya membarikan efek kemajuran. Pada mulanya, puisi mantra ini diperkenalkan Sutardji Calzoum Bachri.

Contoh:

Shang Hai

(Sutardji Calzoum Bachri)

ping di atas pong

pong di atas ping

ping ping bilang pong

pong pong bilang ping

 

mau pong? bilang ping

mau mau bilang pong

mau ping? bilang pong

mau mau bilang ping

ya pong ya ping

ya ping ya pong

tak ya pong tak ya ping

ya tak ping ya tak pong

sembilu jarakMu merancap nyaring

Baca Juga: Prinsip-prinsip dalam Proses Drafting atau Menulis Buku

2 Komentar untuk Puisi Kontemporer: Pengertian, Ciri-ciri, Macam-macam, dan Contoh

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Puisi Kontemporer: Pengertian, Ciri-ciri, Macam-macam, dan Contoh

Tips Membuat Alur yang Mencengangkan pada Cerita

T 22 October 2020 F , , , , , , A Author

Pada artikel sebelumnya Teknik Pengembangan Alur pada Cerpen sudah dibahas tentang berbagaimana teknik dalam pengaluran cerpen, baik strukturnya, susunan struktur, alur struktur dan lain-lain. Dalam beberapa hal kita juga sudah membahas banyak hal terkait alur. Tentu kamu tidak asing dengan... Selengkapnya

Keunggulan dan Kekurangan antara Penerbit Mayor dan Indie

T 23 October 2020 F , , , , , , , , A Author

Antara Indie dan Mayor – Pernahkah kamu mendengar orang-orang menyeburkan antara penerbit mayor dan indie? Apalagi seseorang yang memang suka menulis dan bermimpi untuk menerbitkan buku. Pasti orang-orang seperti ini sibuk membicarakan antara mayor dan indie. Nah, jika kalian masih... Selengkapnya

7 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menulis Karya Fiksi

T 19 October 2020 F , , , , , , A Author

Sebuah karya Fiksi – Tak sulit untuk menemukan buku-buku fiksi dimasa sekarang. Jika kita berjalan-jalan ke perpustakaan ataupun toko buku, terlihat buku fiksi merupakan buku yang paling sering diburu untuk diborong atau dipinjam. Buku fiksi cukup laris  dibandingkan dengan karya-karya... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Menulis Puisi Dapat Duit

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.