Beranda » Cerpen » Cara Menulis Cerpen yang Baik untuk Pemula

Cara Menulis Cerpen yang Baik untuk Pemula

T Diposting oleh pada 17 May 2016
F Kategori
b 2 komentar
@ Dilihat 1505 kali

 

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra berbentuk prosa yang menyajikan sebuah makna berupa pembelajaran dari kisah di dalamnya. Sejalan dengan namanya, cerpen tampil dalam bentuk cerita singkat atau pendek. Secara umum, panjang cerpen hanya maksimal 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman dan yang paling ‘sakral’ di dalam cerpen; hanya terdapat satu konflik.

Menulis cerpen bisa dikatakan mudah, bisa juga dikatakan sulit. Dikatakan mudah karena bentuknya yang pendek dan hanya memerlukan satu konflik saja untuk dibahas. Sedangkan, kenapa menulis cerpen bisa dikatakan sulit? Karena, kurang berniat untuk menuliskannya.

Yups, dalam mengerjakan sesuatu termasuk menulis cerpen, semua harus diawali dengan niat yang kuat dari diri masing-masing. Niat yang kuat akan membuat semua yang awalnya terasa sulit akan lebih dimudahkan. Untuk mengetahui lebih dalam tentang hal-hal yang berhubungan dengan cerpen, yuk kita simak uraian berikut ini!Aturan menulis cerpen, Langkah langkah menulis cerpen

Aturan-aturan Menulis Cerpen

Layaknya menjalani alur kehidupan, dalam menulis cerpen pun ada aturan-aturan yang harus kita taati. Tenang, Sob. Aturan-aturannya tidak sulit, kok. Yuk kita simak aturan-aturan berikut, supaya cerpen yang kita buat akan semakin baik dan lebih terarah lagi.

  1. Jumlah katanya terbatas. Jelas, ya, Sob. Jika yang dimuat di dalam sebuah karya tulisan itu panjang, bukan cerpen lagi namanya. Bisa jadi yang sedang kalian tulis adalah cerbung, novelet, atau novel.
  2. Cerpen merupakan rangkaian cerita yang utuh, tidak bersambung ke episode berikutnya atau melanjutkan episode sebelumnya.
  3. Walau sama-sama menyajikan cerita, cerpen berbeda dengan dengan novelet atau novel. Setiap penggambaran apapun yang dituliskan di dalam cerpen, harus dipadatkan sepadat mungkin. Tidak perlu terlalu detail dan menghabiskan banyak rangkaian kalimat. Karena itu akan mubazir dan semakin memperpanjang cerita itu sendiri.
  4. Terkesan nyata atau hidup. Cara memberikan kesan nyata atau hidup di dalam tulisan yaitu dengan menghadirkan tokoh sungguhan. Maksud tokoh sungguhan di sini adalah menghadirkan penokohan yang jelas. Percakapan di dalam cerpen juga akan menambah sensasi nyata yang dapat dirasakan para pembaca. So, kedua hal penting ini harus selalu kita libatkan dalam cerpen yang kita buat, ya.
  5. Penyelesaian (ending). Seperti yang kita bahas sebelumnya, cerpen memiliki satu konflik. Oleh karena itu, harus disajikan penyelesaian atau ending terhadap konflik yang ada. Happy ending atau sad ending? Itu hak penulis. Tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

Aturannya cukup sampai di sini, yah. Tidak perlu terlalu banyak aturan, Sob. Lima itu saja sudah cukup. Hehe. Oke, kita lanjutkan ke perihal berikutnya.

 

Tahap-tahap Menulis Cerpen

Berikut tahap-tahap dalam menulis cerpen:

  1. Tentukan Tema.

Dalam menulis apapun, termasuk cerpen, tema merupakan hal utama yang harus ada. Tema ibarat nyawa dalam menulis. Bisa diartikan tulisan tanpa tema ibarat mayat hidup. Nah, biasanya dalam suatu even tertentu baik itu lomba, kelas menulis, ataupun tugas membuat cerpen di sekolah, temanya ditentukan oleh pihak yang berwenang, jadi kita tinggal mengikuti saja ya, Sob.

  1. Tentukan Jenis Cerpen.

Hal ini berhubungan dengan golongan mana yang akan menjadi target pembaca kita. Bisa cerpen anak-anak, remaja, relegius, dewasa, dan masih banyak lagi jenisnya. Tinggal kita pilih. Supaya fokus mengena ke pembacanya. Maksudnya jangan sampai salah sasaran. Cerpen remaja kita bawakan ke anak-anak? Kan ga nyambung.

  1. Tuliskan judul yang sesuai.

Judul itu ibarat pakaian, Sob. Jadi, supaya cerpen kita bagus, maka judulnya buat sebagus mungkin. Namun, bukan hanya sekadar bagus dalam bentuk tulisannya (font) saja. Bagus di sini maksudnya menarik perhatian pembaca, misalnya judul-judul yang mengundang misteri sehingga para pembaca menjadi penasaran.

  1. Mencari Sudut Pandang yang Baik.

Ada tiga sudut pandang yang biasa dipakai penulis, yaitu: pengarang serba tahu (biasanya pengarang menggunakan kata dia atau nama pada tokoh utama), pengarang ambil bagian (pengarang sebagai ‘aku’ pada tokoh utama atau tokoh yang lain), pengarang sebagai pengamat (pengarang seolah-olah tidak tahu jalan pikiran tokoh-tokohnya), dan perpaduan antara ketiganya. Nah, dari ketiga jenis sudut pandang ini bisa kita pilih mana yang lebih nyaman digunakan dan membuat kita lebih percaya diri memadukan karakter tokoh yang akan diangakat.

  1. Menentukan Watak Tokoh.

Watak tokoh di dalam cerpen terdiri atas tiga kharakter, yaitu: protagonis, antagonis, dan tritagonis. Tokoh protagonis adalah pemeran utama di dalam cerita biasanya digambarkan dengana karakter yang baik. Sedangkan antagonis adalah tokoh yang menentang tokoh utama, biasanya sering digambarkan menjadi tokoh yang jahat. Dan, tritagonis adalah tokoh penengah dari antagonis dan protagis. Tentukan watak yang tepat untuk membuat ceritamu akan semakin hidup.

  1. Carilah Latar (setting) yang Apik.

Latar ini sangat berguna, Sob. Dengan latar kita bisa membumbui cerita menjadi seolah nyata. Tidak kalah dengan peran penokohan. Latar ini terbagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, waktu, dan suasana. Kita boleh menggunakan ketiganya atau salah satu atau salah duanya.

  1. Menentukan Alur.

Inilah jalannya kisah yang kita sajikan dalam cerpen kita. Alur terbagi tiga, yaitu alur maju, mundur, dan campuran. Kita boleh memilih salah satunya.

 

Kerangka Menulis Cerpen

Layaknya membangun rumah, menulis pun perlu pondasi yang mendasari supaya tulisan kita kokoh. Maka, dalam cerpen kita harus menentukan pondasinya. Pondasi ini berupa kerangka yang menjadi acuan atau patokan bagi kita dalam mengembangkan tulisan menjadi kisah yang disajikan dalam bentuk cerpen. Kerangka ini dibuat supaya tulisan kita terarah dan tidak ke mana-mana.

Hal paling penting dalam pembuatan kerangka adalah memadukan semua unsur cerpen. Sehingga akan menjadi ringkasan kisah yang utuh. Setelah itu baru kita kembangkan menjadi kisah. Selain tulisan kita tidak ke mana-mana, kerangka juga berfungsi supaya kita dapat menentukan ending kisah yang memuaskan pembaca. Banyak, lho, para penulis yang memaksakan ending dan membuat ending yang tidak memuaskan karena kurang atau tidak sesuai dengan alur kisahnya.

info lomba menulis cerpen terbaru

Sumber Inspirasi dalam Menulis Cerpen

Dalam hal penulisan cerpen, biasa kita mendapatkan inspirasi dari berbagai hal berikut:

1. Pengalaman

Tidak bisa dipungkiri bila pengalaman paling banyak menyumbangkan inspirasi, terutama bagi cerpenis atau penulis cerpen pemula. Pengalaman ini bisa pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain.

2. Imajinasi penulis

Inspirasi yang satu ini murni dari khayalan atau imajinasi penulis. Murni hasil pemikiran.

Lanjut, ya. Sekarang tiba dipenghujung pembahasan kita.

 

Kiat Menulis Cerpen

Ini dia tips atau kiat menulis cerpen.

  1. Berbasis alur. Maksudnya, kita harus menemukan karakter unik tokoh lalu merangkai sebuah alur untuk karakter itu.
  2. Apa adanya. Sebagai salah satu prosa, cerpen harus berterus terang. Begitu pun prosa yang lain, termasuk novelet dan novel. Semuanya menyajikan kisah yang terang. Apa adanya. Tidak dikiaskan. Bisa dikiaskan, tetapi tetap alur kisahnya mengesankan benar-benar nyata.
  3. Dalam menulis cerpen sangat penting adanya dialog. Dialog membuat suasana cerpen menjadi lebih hidup.
  4. Cerpen selayaknya menyajikan ending yang tidak tertebak oleh pembaca. Sangat dianjurkan untuk menghindari ending yang datar atau mengambang. Tapi, buat ending itu surprise bagi pembaca.

Nah, lengkap sudah penjelasan cara menulis cerpen yang baik untuk pemula. Mudah, kan?

Langkah selanjutnya apa?

Jangan menunda-nunda lagi, ambil pena dan kertas atau ambil laptop lalu tuangkan idemu ke dalam tulisan berbentuk cerpen!

2 Komentar untuk Cara Menulis Cerpen yang Baik untuk Pemula

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Cara Menulis Cerpen yang Baik untuk Pemula

Penyajian Tokoh dan Penokohan yang Menarik Bagi Pembaca

T 14 October 2020 F , , , A Author

Tokoh dan Penokohan dalam Tulisan Prosa Fiksi Di dalam tulisan fiksi, terutama yang berbentuk prosa, tokoh  dan penokohan merupakan bagian yang paling mutlak dijadikan bahan pembicaraan. Walaupun pada suatu karangan fiksi baik itu fiksi mini, cerpen, novelet atau bahkan novel,... Selengkapnya

5 Langkah Menulis Cerita Fantasi yang Meyakinkan

T 21 October 2020 F , , , , , A Author

Menulis cerita fantasi merupakan salah satu proses menulis yang sangat menyenangkan. Untuk membuat cerita bergendre ini, hal yang harus kita lakukan agar cerita tampak realistis adalah dengan mendeskripsikan latar dengan mendetail, mengembangkan daya khayal yang supernatural, menciptakan tokoh fiksi yang... Selengkapnya

Jenis-jenis Penerbitan yang Populer di Indonesia

T 23 October 2020 F , , , , , , , A Author

Tentang Penerbitan – Secara umum, penerbitan atau juga dikenal dengan istilah publishing kerap merujuk pada suatu produksi dan distribusi buku dalam bentuk cetak. Adapun individu yang berkecimpung menjadi pemimpin organsasi atau perusahaan penerbitan tersebut sering kali dikenal dengan nama penerbit.... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Menulis Puisi Dapat Duit

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.