Beranda » Dunia Menulis » Berikut Unsur Pembangun yang WAJIB Ada di dalam Sebuah Novel

Berikut Unsur Pembangun yang WAJIB Ada di dalam Sebuah Novel

T Diposting oleh pada 19 October 2020
F Kategori , ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 44 kali

Pada sebuah karya fiksi unsur pembangun sudah menjadi hal yang poin wajib untuk dibahas, bahkan dianalisis bagi peneliti dengan menggunakan pendekatan sastra mana pun. Nah, buat kamu yang sekarang sedang mencoba untuk menyelesaikan naskah novelnya, jangan lupa untuk lebih peka pada unsur-unsur pembangun yang akan kamu gunakan.

Secara umum, NOVEL adalah salah satu karya sastra yang berbentuk prosa naratif yang panjang, berisikan rangkaian cerita kehidupan dengan menonjolkan watak dan sifat tertentu dalam setiap kisah yang diceritakan. Novel terdiri atas bab dan sub bab, bentuk pengembangannya pun berbeda dari karya sastra yang lainnya yakni dengan menggunakan pokok bahasan yang lebih kompleks dan detail.

Salah satu karya sastra yang paling dikagumi dikalangan masyarakat adalah novel. Diera saat ini, penulis-penulis novel sudah bertebaran dimana-mana, disetiap kota selalu ada penyebarannya. Tak hanya itu, bagi sebagian orang membaca novel juga dapat dijadikan hobi karena dapat merefresh dan memberi hiburan baginya.

KLIK DISINI untuk tahu seputar dunia kepenerbitan.

Hmm, tentu kamu tidak asing lagi dengan unsur pembangun pada novel, bukan? Dari zaman ke zaman unsurnya masih sama, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Kedua unsur yang pembangun ini saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Hal itu ditujukan agar cerita yang ada di dalam novel lebih seruh dan menarik untuk dibaca. Bahkan, kedua unsur ini bisa dikatakan mampu menentukan kualitas dari suatu karya novel yang dihasilkan. Sekadar untuk mengingatkan pada materi tersebut, mari simak penjelasan tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik yang novel yang akan dibahas berikut ini.

Baca juga : PUISI BARU: Pengertian, Ciri-ciri, Macam-macam, dan Contoh

  1. UNSUR INTRINSIK

Unsur intrinsik novel merupakan unsur utama yang berfungsi sebagai pembangun dari dalamnya. Jenis unsur intrinsik ini dapat dijumpai dengan mudah dalam sebuah novel. Unsur intrinsik ini berfungsi untuk memudahkan dalam menganalisis isi novel dengan cepat dna tepat. Apalagi, jika novel memiliki halaman yang cukup tebal yang membutuhkan waktu lama untuk menyesaikan membaca keseluruhan cerita di dalamnya.

Secara umum, terdapat 7 komponen yang merupakan bagian dari unsur intrinsik diantanya yaitu: tema, alur,  tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Berikut ini penjelasan dari masing-masing komponen dari unsur intrinsik tersebut:

a. Tema

Tema merupakan ide, pokok pikiran, atau gagasan utama yang terdapat dalam suatu novel. Juga dapat diartikan sebagai gagasan pokok yang menjalin persoalan, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada suatu novel. Sifat dari tema ini sendiri adalah general yang bisa diadopsi dari lingkungan sekitar, imajinasi, kisah pribadi penulis, permasalahan dimasyarakat, sejarah, perjuangan, dan lain-lain.

Pada dasarnya, isi yang terkadung di dalam tema adalah tentang gambaran cerita secara keseluruhan. Oleh karena itu, tema merupakan hal yang sangat penting untuk dipikirkan penulis sebelum memulai menuliskan naskah novelnya.

b. Alur/Plot

Alur merupakan rangkaian pristiwa yang terdapat di dalam cerita.

Rangkaian cerita ini memiliki hubungan sebab-akibat sehingga dapat membentuk suatu kesatuan. Tahapan alur termasuk ke dalam struktur dari novel yaitu, abstrak, orientasi, resolusi, komplikasi, pencapaian konflik, puncak konflik, resolusi, koda.

Secara keseluruhan, alur terdiri atas 3 macam:

  1. Alur maju (progresif): membahas menggambarkan jalan cerita yang terurut dari awal perkenalan tokoh hingga kepenyelesaian konflik, runtut sesuai dengan urutannya.
  2. Alur mundur (regresif): cerpen dengan peristiwa yang dimulai dari akhir cerita ke awal cerita. Alur mundur disebut juga dengan istilah kilas balik.
  3. Alur campuran: alur cerpen yang merupakan gabungan antara alur maju dan alur mundur

c. Latar

Latar berisikan tempat, waktu, lingkungan, dan keadaan budaya serta sosial yang melatarbelakangi terjadinya kisah di dalam suatu novel.

Latar yang dibahas di dalam suatu novel umunya ada tiga bagian, yaitu:

  1. Latar waktu; keterangan kapan terjadinya peristiwa.
  2. Latar tempat; keterangan dimana terjadinya pristiwa.
  3. Latar suasana; keterangan bagaiamana gambaran pristiwa/suasana.

d. Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan pemain atau seseorang yang bertindak di dalam cerita. Tokoh ini sangat berperan penting di dalam cerita sebab sikap dan perannya berfungsi dalam membentuk cerita.

Sedangkan penokohan adalah karakter atau watak dari tokoh yang diceritakan dalamnya.

Penokohan dalam cerita terdiri atas 3, yaitu:

  1. Protagonis; tokoh berwatak baik yang menjadi pemeran utama.
  2. Antagonis; tokoh penentang pemeran utama.
  3. Tritagonis; tokoh pembantu, atau penengah dari tokoh antagonis dan protagonis.

e. Sudut Pandang

Sudut pandang berhubungan dengan pandangan utama yang merupakan strategi pengarang dalam menyampaikan ceritanya.

Sudut pandang terdiri atas 2, yakni:

  1. Sudut pandang orang pertama: pengarang terlibat langsung dalam cerita. Kata ganti yang digunakan yakni orang pertama yakni, “aku, saya, dan sebagainya.”
  2. Sudut pandang orang ketiga: pengarang tidak terlibat langsung. Kata ganti yang digunakan orang ketiga, yakni “dia, mereka, dan sebagianya” yang terbagi atas orang ketiga terarah dan orang ketiga serba tahu.

f. Gaya Bahasa

Nilai estetis di dalam karya sastra terdapat pada gaya bahasa.

Gaya bahasa di dalam cerpen berfungsi untuk memberikan kesan yang lebih menarik, berbentuk majas-majas untuk merefleksikan atau mengasosiasiakan, dan makna-makna konotatif untuk memperindah tampilan cerita.

g. Amanat

Amanat merupakan pesan moral maupun ajaran positif yang disampaikan penulis kepada pembaca. Pesan moral ini biasanya tidak dituliskan secara langsung melainkan tersirat di dalam pemaknaan cerita yang dapat disimpulkan oleh pembaca itu sendiri.

Baca juga: Tips Menulis Artikel Menarik Bagi Pemula

 

  1. UNSUR EKSTRINSIK

Secara umum, unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun yang dipengaruhi dari luar karya sastra. Artinya, unsur esktrinsik ini tidak dapat temukan di dalam novel. Meski demikian, unsur ekstrinsik dapat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap hasil yang terdapat disebuah novel.

Unsur ekstrinsik terbagi atas 3 yaitu, latar belakang masyarakat, latar belakang penulis, dan nilai-nilai yang akan dibahas sebagai berikut:

a. Latar Belakang Masyarakat

Berkaitan dengan faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat yang mempengaruhi penulis dalam menulis karya cerpennya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi latar belakang masyarakat, yaitu:

  1. Ideologi negara
  2. Kondisi politik suatu negara
  3. Kondisi ekonomi suatu negara
  4. Kondisi sosial suatu negara

b. Latar Belakang Penulis.

Berkaitan dengan faktor yang mendorong dan memotivasi penulis dalam membuat sebuah novel. Unsur ini juga sering dikenal sebagai unsur biografi karena berkaitan erat dengan diri penulis

Faktor-faktor tersebut, meliputi:

  1. Riwayat hidup penulis: berisikan biografi secara keseluruhan. Hal ini berkaitan dengan sudut pandang tentang karya yang akan dihasilkan berdasarkan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sering kali, faktor ini mempengaruhi gendre dan gaya bahasa yang akan dihasilkan seorang penulis.
  2. Kondisi psikologis: berisikan motivasi dan minat seorang penulis yang dapat ikut mempengaruhi sesuatu yang dituliskannya, misalnya tema yang akan diangkat berhubungan dengan senang atau sdihnya.
  3. Aliran sastra Penulis: Berhubungan terhadap gaya kepenulisan dan gendre yang akan diangkat ke dalam sebuah novel yang ia buat.

c. Nilai-nilai yang Terkandung

Nilai atau norma yang melatarbelakangi dibuatnya novel yaitu:

  1. Nilai agama: hal-hal yang bisa dijadikan bahan pembelajaran kerelegiusan yang terkandung di dalam novel.
  2. Nilai sosial: nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi tokoh dengan tokoh lain serta lingkungan dan masyarakat sekitar yang diceritakan dalam novel.
  3. Nilai moral: berkaitan dengan etika auapun akhlak yang di dalm masyarakat yang dituliskan dalam suatu cerpen, nilai ini bisa berupa nilai baik dan nilai buruk.
  4. Nilai budaya: nilai ini beraitan dengan tradisi, kebiasa, dan adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat.

Baca juga: 4 Langkah Mudah Mengedit Naskah Sendiri

Belum ada Komentar untuk Berikut Unsur Pembangun yang WAJIB Ada di dalam Sebuah Novel

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Berikut Unsur Pembangun yang WAJIB Ada di dalam Sebuah Novel

Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah

T 28 October 2020 F , , , A Author

Karya tulis ilmiah atau biasa dikenal juga dengan akronim KTI bukanlah pekerjaan yang asing bagi kalangan masyarakat terpelajar. Baik itu para guru, siswa, dosen, mahasiswa,dan kalangan terpelajar lainnya. Tekhusus mahasiswa sendiri, karya ilmiah adalah hal wajib yang harus dikuasai baik... Selengkapnya

Panduan Menulis Cerpen Yang Baik dan Benar

T 9 September 2020 F , , , A admin

Pengertian Cerpen Panduan Menulis Cerpen Yang Baik dan Benar – Cerita pendek atau yang biasa disebut cerpen merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa, berisikan karangan naratif fiktif yang dapat dibaca sekali duduk. Jumlah kata di dalam cerpen relatif sedikit,... Selengkapnya

Mengenal Lebih Dalam Seputar Dunia Fiksi

T 16 May 2016 F A admin

Jika kita berbicara tentang fiksi, maka tidak akan lepas dari karya sastra karena fiksi dan sastra adalah satu kesatuan terikat dan tidak akan mungkin bisa dipisahkan. Altenbernd dan Lewis (1966: 14) menyatakan bahwa fiksi dapat diartikan sebagai prosa naratif yang... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Menulis Puisi Dapat Duit

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.