Beranda » Dunia Menulis » Perbedaan dan Persamaan Novel dan Novelet

Perbedaan dan Persamaan Novel dan Novelet

T Diposting oleh pada 12 October 2020
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 60 kali

Pengertian Novelet 

Novelet merupakan salah satu karya sastra berbentu prosa fiksi yang ukurannya lebih kecil dari novel dan lebih besar dari cerpen. Ukuran yang dimaksudkan bukanlah dari segi bentuknya, tetapi dari isi di dalamnya yang biasanya lebih tebal dari cerpen tetapi tidak lebih tebal dari novel. Akan tetapi, di Eropa novelet lah yang mempengaruhi cerpen dan novel hingga berkembang sebaik sekarang.

Novelet juga dikenal dengan sebutan novela dikalangan masyarakat. Hal itu dikarenakan, novelet berasal dari bahasa Italia novella yang memiliki arti dongeng atau sebuah berita. Novelet sering tampil dengan cerita sehari-hari, seperti anekdot, legenda, dan kisah-kisah romantis yang berkaitan dengan pengembangan pribadi dan psikologis.

Dibeberapa bahasa di Eropa, novelet adalah gendre sastra yang umum. Namun, di dalam bahasa Inggris novelet masih cukup minim. Para penulis fiksi ilmiah dan fantasi Amerika mendefinisikan ukuran pada novelet yakni antara 17.500-40.000 kata. Novelet dikenalkan oleh Geoffrey di Inggris dengan karyanya yang berjudul The Canterbury. Selain itu, karya-karya terkenal lain seperti Fyodor Dostoyevsky’s Notes from the Underground (1864), Thomas Mann’s Death in Venice (1912), Henry James’s The Aspern Papers (1888), dan lain-lain. Sedangkan, karya-karya novelet terkenal di Indonesia seperti Olga dan Sepatu Roda karya Hilman Hariwijaya, Lupus karya Hilman Hariwijaya, Sri Smarah karya Umar Kayam, dan masih banyak lagi.

Baca juga : 4 Langkah Mudah Mengedit Naskah Sendiri

Mengenal Novel

Novel adalah salah satu karya sastra yang berbentuk prosa naratif yang panjang, berisikan rangkaian cerita kehidupan dengan menonjolkan watak dan sifat tertentu dalam setiap kisah yang diceritakan. Novel terdiri atas bab dan sub bab, bentuk pengembangannya pun berbeda dari karya sastra yang lainnya yakni dengan menggunakan pokok bahasan yang lebih kompleks dan detail. Karakter dan pristiwa yang dibahas di dalam novel biasanya terinspirasi dari kisah sehari-hari dan bersifat nyata. Namun, ada pula yang mengembangkan isinya dari ide yang imajinatif dengan menggunakan urutan pristiwa yang melibatkan sekelompok orang dalam menghidupkan sebuah cerita tersebut hingga tampak menarik dan seolah nyata.

Novel merupakan representasi kehidupan manusia dengan model yang diidealkan. Dari segi isinya novel memiliki alur pengembangan yang disebut fiksi yang artinya seni kata-kata yang tertulis sebab dibangun oleh unsur intrinsik. Selama sekitar dua ribu tahun, sejarah novel lebih dikenal berkelanjutan dan komprehensif berdasarkan gendre yang digambarkan di dalamnya.

Ciri-Ciri Novelet dan Novel

  1. Ciri-ciri Novelet
  • Bentuk novelet biasanya lebih panjang dari cerpen dan lebih pendek dari novel.
  • Ukuran yang ditentukan dalam sebuah novelet biasanya panjang antara 17.500 – 40.000 kata.
  • Rata-rata halaman yang ditentukan dalam sebuah novelet antara 60 – 150 halaman.
  • Kisah dan adegan yang ditampilkan pada novelet dalam tempo sedang, bertahap, dan sedikit melompat.
  • Waktu yang diperlukan untuk membaca sebuah novelet antara 1-1,5 jam.
  1. Ciri-ciri Novel
  • Bentuk pada novel dengan gaya narasi dan dekripsi yang lebih komplek dan penuh pengembangan.
  • Ukuran salam sebuah novel berkisar antara 000 – 100.000 kata, bahkan ada yang 250.000 kata
  • Rata-rata, jumlah halaman pada novel antara 150-300 halaman.
  • Waktu yang diperlukan untuk menghabiskan sebuah novel lebih dari 2 jam.
  • Memiliki kisah dan adegan dengan sistem pelan dan bertahap.

Baca Juga : Tips Menang Lomba Menulis Cerpen 

Struktur Novel dan Novelet

Struktur yang terdapat di dalam novel dan novelet sangat mirip dengan struktur yang terdapat pada jenis prosa fiksi lainnya seperti fiksi mini dan cerpen. Struktur tersebut meliputi:

  1. Abstrak

Abstrak terletak pada awal sebuah novel ataupun novelet. Abstrak ini berisikan tentang gambaran sekilas mengenai konflik atau isi yang dibahas. Bagian abstrak ini bersifat, optional yang artinya boleh ditulis juga boleh tidak. Akan tetapi, biasanya novelet atau novel sering memakai bagian ini untuk menambah kesan menarik pada setap tulisannya.

  1. Orientasi

Orientasi merupakan pengenalan awal pada sbeuah novel maupun novelet. Tahapan struktur ini berisikan pembahasan mengenai  latar awal sebuah cerita, baik dari segi waktu, tempat, dan suasananya. Selain itu, tahapan abstrak biasanya juga membahas tentang ciri fisik tokoh ataupun perwatakannya.

  1. Komplikasi

Tahapan strktur ini berisikan urutan kejadian yang berhubungan sebab-akibat terjadnya sebuah konflik. Masalah yang teradi menjadi tumpang tindih karena suatu masalah maka terjadilah pula sebab-akibat masalah yang lainnya.

  1. Evaluasi

Tahapan evaluasi berisikan tentang terjadinya konflik yang terarah dan menuju titik puncak dan mulai memasuki baian inti cerita yang disajikan di dalam novel maupun novelet.

  1. Resolusi

Resolusi beisikan bagian-bagian yang menampilkan solusi atas konflik yang terjadi. Konflik dalam cerita mulai diselesaikan.

  1. Koda

Koda berisikan ending atau pesan-pesan yang ingin di sampaikan setelah kisah berakhir dalam novel maupun novelet.

Baca juga : Pengertian Fiksi Mini

Jenis-jenis Novel dan Novelet

Jenis novel dan novelet dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1. Berdasarkan kejadian nyata dan tidak nyata

Fiksi merupakan jenis novel atau novelet yang di dalamnya berisikan kejadian-kejadian yang tidak ada di dunia. Novel ini juga sering disebut sebagai novel fantasi, di dalamnya berisikan tentang imajinasi dan fiktif pengarang saja. Contohnya: Harry Potter karya J. K. Rowling, Serial Matahari, Bumi, Bulan, Bintang, Komet karya Tere Liye, The Hunger Games karya Suzzane Collins , dan lain-lain.

Non-fiksi merupakan jenis novel yang ditulis sesuai dengan pengalaman pribadi sang penulis. Bentuk tulisan ini juga diartikan sebagai cerita yang ilmiah atau pernah ada sebelumnya. Contohnya seperti: Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Sematkan Rinduku di Dadamu karya Mira W, Dilan 1990 karya Pidi Baiq, dan lain-lain.

2. Berdasarkan Gendre Cerita

Romantis, merupakan jenis novel dan novelet yang di dalamnya berisikan kasih sayang dan rasa cinta. Contohnya: Ayat-ayat Cinta karya Habibburahman El Shirazy dan masih banyak lagi.

Horor, merupakan jenis novel dan novelet yang berisikan kisah-kisah menyeramkan, betopik pada pembahasan tentang cerita hantu dan terkesan menakutkan. Contohnya: Danur karya Risa Saraswati.

Misteri merupakan kisah yang mengisahkan tentang hal-hal yang membuat penasaran pembaca dan tentang misteri. Contohnya: Murder on the Orient Express karya Agatha Christie.

Komedi merupakan kisah berisikan tentang komedi atau hal-hal yang bisa membuat tertawa dan menghibur. Contohnya Kambing Jantan karya Raditya Dika.

Inspiratif merupakan merupakan kisah-kisah yang membahas tentang cerita Misalnya: Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi.

3. Berdasarkan Isi dan Tokoh

Teenlit, merupakan kisah yang berisi tentang cerita remaja.

Chicklit, merupakan kisah yang ebrisi tentang perempuan muda dan permasalahan yang dihadapi.

Songlit, merupakan kisah yang ditulis berdasarkan cerita lagi lagu.

Dewasa, merupakan kisah yang berisi tentang cerita orang dewasa.

Unsur-unsur Novel dan Novelet

Terdapat dua unsur yang membangun cerpen, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik:

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun dari dalam karya sastra, diantanya yaitu:

  • Tema

Tema merupakan pokok pikiran yang mendasari jalannya cerita. Juga dapat diartikan sebagai gagasan pokok yang menjalin persoalan, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada suatu cerpen. Tema bersifat general yang bisa diadopsi dari lingkungan sekitar, imajinasi maupun kish pribadi penulis, permasalahan dimasyarakat, sejarah, perjuangan, dan lain-lain.

  • Alur/Plot

Alur merupakan rangkaian pristiwa yang terdapat di dalam cerita. Rangkaian cerita ini memiliki hubungan sebab-akibat sehingga dapat membentuk suatu kesatuan. Tahapan alur termasuk ke dalam struktur dari cerpen yaitu, abstrak, orientasi, resolusi, komplikasi, pencapaian konflik, puncak konflik, resolusi, koda.

Alur terdiri atas 3 macam:

  1. Alur maju: membahas menggambarkan jalan cerita yang terurut dari awal perkenalan tokoh hingga kepenyelesaian konflik, runtut sesuai dengan urutannya.
  2. Alur mundur: cerpen dengan peristiwa yang dimulai dari akhir cerita ke awal cerita. Alur mundur disebut juga dengan istilah kilas balik.
  3. Alur campuran: alur cerpen yang merupakan gabungan antara alur maju dan alur mundur
  • Latar:

Latar berisikan tempat, waktu, lingkungan dan keadaan budaya serta sosial yang melatarbelakangi terjadinya kisah di dalam cerpen.

Latar yang dibahas di dalm cerpen umunya ada tiga bagian, yaitu:

  1. Latar waktu; keterangan kapan terjadinya peristiwa.
  2. Latar tempat; keterangan dimana terjadinya pristiwa.
  3. Latar suasana; keterangan bagaiamana gambaran pristiwa/suasana.
  • Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan pemain atau seseorang yang bertindak di dalam cerita. Tokoh ini sangat berperan penting di dalam cerita sebab sikap dan perannya berfungsi dalam membentuk cerita. Sedangkan penokohan adalah karakter atau watak dari tokoh yang diceritakan dalam cerpen.

Penokohan dalam cerita terdiri atas 3, yaitu:

  1. Protagonis; tokoh berwatak baik yang menjadi pemeran utama.
  2. Antagonis; tokoh penentang pemeran utama.
  3. Tritagonis; tokoh pembantu, atau penengah dari tokoh antagonis dan protagonis.
  • Sudut Pandang

Sudut pandang berhubungan dengan pandangan utama yang merupakan strategi pengarang dalam menyampaikan ceritanya.

Sudut pandang terdiri atas 2, yakni:

  1. Sudut pandang orang pertama: pengarang terlibat langsung dalam cerita. Kata ganti yang digunakan yakni orang pertama yakni, “aku, saya, dan sebagainya.”
  2. Sudut pandang orang ketiga: pengarang tidak terlibat langsung. Kata ganti yang digunakan orang ketiga, yakni “dia, mereka, dan sebagianya” yang terbagi atas orang ketiga terarah dan orang ketiga serba tahu.
  • Gaya Bahasa

Nilai estetis di dalam karya sastra terdapat pada gaya bahasa. Gaya bahasa di dalam cerpen berfungsi untuk memberikan kesan yang lebih menarik, berbentuk majas-majas untuk merefleksikan atau mengasosiasiakan, dan makna-makna konotatif untuk memperindah tampilan cerita.

  • Amanat

Amanat merupakan pesan moral maupun ajaran positif yang disampaikan penulis kepada pembaca. Pesan moral ini biasanya tidak dituliskan secara langsung melainkan tersirat di dalam pemaknaan cerita yang dapat disimpulkan oleh pembaca itu sendiri.

  1. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun yang dipengaruhi dari luar karya sastra.

  • Latar Belakang Masyarakat

Berkaitan dengan faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat yang mempengaruhi penulis dalam menulis karya cerpennya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi latar belakang masyarakat, yaitu:

  1. Ideologi negara
  2. Kondisi politik suatu negara
  3. Kondisi ekonomi suatu negara
  4. Kondisi sosial suatu negara
  • Latar Belakang Penulis

Berkaitan dengan faktor yang mendorong dan memotivasi penulis dalam membuat karya cerpen. Unsur ini juga sering dikenal sebagai unsur biografi karena berkaitan erat dengan diri penulis

Faktor-faktor tersebut, meliputi:

  1. Riwayat hidup penulis: berisikan biografi secara keseluruhan. Hal ini berkaitan dengan sudut pandang tentang karya yang akan dihasilkan berdasarkan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sering kali, faktor ini mempengaruhi gendre dan gaya bahasa yang akan dihasilkan seorang penulis.
  2. Kondisi psikologis: berisikan motivasi dan minat seorang penulis yang dapat ikut mempengaruhi sesuatu yang dituliskannya, misalnya temaa yang akan diangkat berhubungan dengan senang atau sdihnya.
  3. Aliran sastra Penulis: Berhubungan terhadap gaya kepenulisan dan gendre yanga akn diangkat ke dalam cerpen yang ia buat.
  • Nilai-nilai yang Terkandung

Nilai atau norma yang melatarbelakangi dibuatnya cerpen yaitu:

  1. Nilai agama: hal-hal yang bisa dijadikan bahan pembelajaran kerelegiusan yang terkandung di dalam cerpen.
  2. Nilai sosial: nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi tokoh dengan tokoh lain serta lingkungan dan masyarakat sekitar yang diceritakan dalam cerpen.
  3. Nilai moral: berkaitan dengan etika auapun akhlak yang di dalm masyarakat yang dituliskan dalam suatu cerpen, nilai ini bisa berupa nilai baik dan nilai buruk.
  4. Nilai budaya: nilai ini beraitan dengan tradisi, kebiasa, dan adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat.

 

Belum ada Komentar untuk Perbedaan dan Persamaan Novel dan Novelet

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Perbedaan dan Persamaan Novel dan Novelet

4 Langkah Mudah Mengedit Naskah Sendiri

T 12 October 2020 F , A admin

Cara Penyuntingan Naskah – Setelah naskah selesai ditulis, langkah yang harus kamu lakukan pada naskahmu adalah proses penyuntingan atau editing. Proses ini tak kalah pentingnya, dengan dilakukan proses editing sebuah naskah akan diolah menjadi tulisan yang lebih matang lagi, lebih... Selengkapnya

7 Kesulitan yang Sering dihadapi Penulis dan Solusi Mengatasinya

T 3 June 2016 F , , A admin

Nulis ya nulis aja, yang sering bikin kita bingung dan sulit jadi penulis karena kita nggak nulis-nulis. Tidak pernah mencoba menulis, tidak bergaul dengan para penulis, tidak bergabung dengan komunitas penulis, bagaimana kita ingin menulis? Banyak sekali yang berkomentar, nulis... Selengkapnya

Teknik Pengembangan Alur pada Cerpen

T 22 October 2020 F , , A Author

Cerita Pendek – Kamu yang gemar menulis, tentu tidak asing dengan jenis tulisan ini. Jangankan si gemar menulis, mereka yang tidak pernah menulis fiksipun pasti juga tahu tentang CERITA PENDEK atau yang popular dengan akronim CERPEN ini. Sebab, cerpen masuk... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Menulis Puisi Dapat Duit

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.