Beranda » Dunia Menulis » 7 Kesulitan yang Sering dihadapi Penulis dan Solusi Mengatasinya

7 Kesulitan yang Sering dihadapi Penulis dan Solusi Mengatasinya

T Diposting oleh pada 3 June 2016
F Kategori , ,
b 1 komentar
@ Dilihat 2780 kali

Nulis ya nulis aja, yang sering bikin kita bingung dan sulit jadi penulis karena kita nggak nulis-nulis. Tidak pernah mencoba menulis, tidak bergaul dengan para penulis, tidak bergabung dengan komunitas penulis, bagaimana kita ingin menulis? Banyak sekali yang berkomentar, nulis itu gimana sih? Kok susah banget, kalo ada yang bertanya seperti ini berarti yang dilakukannya dari SD sampai sekarang tidak pernah menulis ya?

Tapi memang ada beberapa hal kesulitan yang diahadapi penulis pemula, dan bagaimana pula cara mengatasinya? Ini dia :

Susah mencari Ide

Ide itu ada dimana aja, kalau mau mencari mudah. Tapi kenapa masih banyak saja yang mengeluhkan ide itu susah dan menjadi penghambat untuk bisa menulis?

Bagaimana sebenarnya kita ingin mendapatkan ide. Mudah saja mulailah dengan sekitar kita bahkan mulai dari diri sendiri. Lihat diri sendiri, adakah hal yang menarik yang bisa diangkat. Coba telisik pengalaman kamu. Ketika kecil, remaja, atau beberapa hari lalu, pasti ada hal yang menarik.

Jika ingin membuat cerpen, bisa kita angkat dari diri sendiri, tinggal ubah nama dan karakter fisiknya sedikit, jadi deh cerita. Apalgi kalau bikin pengalaman diri sendiri bisa langsung menulis tanpa perlu hambatan. Kalau novel, bisa buat lebih kompleks lagi. Lihat kondisi ketika kita kecil cari moment yang spesial kembangkan jadi cerita dengan tambahkan sedikit imajinasi bikin cerita melewati smp, sma, sampai kerja atau mungkin sampai meninggal.

Ide juga bisa ditemukan disekitar kita. Lihat televisi, film-film kartun anak-anak bisa saja jadi ide awal untuk membangun sebuah cerita. Mungkin memiliki tetangga yang sering berantem setiap hari bisa juga dijadikan awal cerita. Banyak sekali hal-hal yang bisa menjadi modal ide untuk membuat tulisan. Apalagi sebagai penulis pemula tidak usah memikirkan hal yang rumit. Cukup hal sederhana yang ditulis dengan cara berbeda.

Luaskan pikiran, lihat apa yang ada disekitar, biarkan kepala kita yang menelaah sendiri bagaimana suatu hal yang bisa dijadikan ide untuk tulisan kita.

Minder

kesalahan penulis pemula, mengatasi kesulitan menulisHehe, PD aja lagi. Kenapa sih harus minder, kalau yang dihadapin sesama manusia yaudah lanjut ajalah. Tak ada yang perlu ditakutkan untuk memulai sesuatu. Lebih baik mencoba, salah, belajar mencoba lagi lalu menjadi benar. Daripada hanya diam saja. Memang sih tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kita kehilangan untuk menjadi hebat, kehilangan moment untuk bisa belajar hal baru.

Dalam menulis yang paling sering dikeluhkan adalah minder, takut tulisan jelek. Parahnya lagi kamu yang berpikiran seperti ini belum pernah mengirimkan tulisan ke penerbit. Jangankan itu, diikutkan lomba saja tidak pernah, bagaimana bisa tahu itu jelek atau tidak?

untuk mengatasi hal ini mudah saja, JUST DO IT. Lakukan saja. Tidak percaya , sekarang kamu tulis cerita atau apapun. Cari lomba yang sesuai dan ikuti. Udah gitu aja. Cari lomba menulis banyak-banyak dan ikuti. Gampang banget? Ya emang gampang banget kok, nggak perlu sulit-sulit. Karena minder itu hanyalah pikiran kita yang terlalu memikirkan seuatu dengan ketakutan berlebihan. Kalau ngaku hebat lawan ketakutan itu, hajar aja, terus maju kedepan. Terus menulis, karena penilaian orang memang beragam. Akan ada yang mengatakan jelek, ada yang mengatakan kurang bagus. Pilihan kita ingin ada terus terpuruk dengan mereka yang menjelekkan atau tersenyum dengan mereka yang membantu dan mendorong. Pilihan ada di kamu, kalo minder tinggal bilang ke diri PD AJA LAGI.

Belum Terbiasa Menulis

Biasakan aja mudah kan. Mungkin kamu akan beralasan. Nulis novelkan banyak, ratusan halaman. Nulis cerita kan sulit, perlu mikir ide, nyiapin ini itu. Hei, siapa sih yang nyuruh nulis novel langsung ataupun cerita yang rumit. Yang di anjurkan adalah menulis. Ya menulis.

Untuk membiasakan menulis kita harus terbiasa melakukannya. Seperti orang yang masak. Seorang chef terkenal akan melakukannya dengan cepat dan tanpa kesulitan yang berarti, karena dia sudah terbiasa memasak. Jadi yang perlu kamu lakukan biasakan menulis, bagaimana caranya?

Kamu bisa mulai dengan menulis buku harian atau diary. tulislah buku harian rutin setiap hari. Meskipun hanya dengan satu paragraf ataupun satu kalimat. Yang penting rutin dan terus. Atau bisa juga dengan aktif bikin status di facebook dan posting twitter. Tulisan yang cukup panjang dan bermanfaat ditulis setiap hari. Minimal satu postingan sehari. Atau jika punya blog, juga bisa diisi setiap hari dengan tulisan ringan. Nggak perlu ribet, kejadian sehari-hari juga boleh.

Biar bisa konsisten, tentukan waktu menulisnya setiap hari. Misalnya, pagi hari 15 menit setelah shubuh menulis status nasihat. Lalu siangnya 15 menit setelah dzuhur menulis ringan di blog. terakhir sebelum tidur 15 menit menulis di diary/buku harian tentang kegiatan yang sudah dilakukan dalam sehari. Sederhana bukan. Jika sudah terbiasa, ketika memang ingin membuat konsep untuk tulisan yang lebih serius akan lebih mudah dan terbiasa. Siap untuk menulis?

Takut Gak Diterima Penerbit

Kamu penulis pemula? Harusnya musti sabar. Pengen langsung terkenal dan bukunya tersebar ke mana-mana? Ada prosesnya lho. Sebagai penulis pemula hendaknya membangun m,indset yang lebih rapi dan santai. Semngat boleh, tapi janga terlalu ambisius dan menggebu-gebu. Perlahan, tapi pasti terus tekun untuk menulis.

Kita lihat penulis-penulis terkenal. Penulis harry potter J.K. Rowling ditolak penerbit lebih dari 10kali sebelum akhirnya novel Harry Potter meledak di pasaran. Ada juga Tere Liye, ketika masa sekolahnya mengirimkan tulisan ke media, juga beberapa kali ditolak, bahkan novelnya juga ditolak beberapa penerbit.

Kamu jika baru mulai menulis, jangan langsung kecil hati jika baru ditolak penerbit. Aman saja, tulisanmu tidak jelek, mungkin saja belum menemukan penerbit yang cocok dan tepat. Itu juga bisa menjadi kesempatan belajar untuk memperbaiki naskah dan kualitas tulisan. Jangan pernah takut gak diterima penerbit, yang penting terus menulis dan terus mencoba mengirimkan. Akan ada masanya tulisanmu menjadi tulisan yang hebat dan menginspirasi orang banyak. Yakinlah akan itu.

Miskin Kosa Kata

Kalo untuk kesulitan yang satu ini harus dihubungkan dengan satu kebiasaan lagi. Yap, betul membaca. Untuk tahu kata-kata yang bagus dan baik yang ada pada sebuah tulisan, kamu harus banyak membaca buku-buku bagus dan terkenal. Dengan begitu kamu akan tahu mana kata yang sering dipakai untuk tulisan tertentu.

Jangan lupa untuk terus melatih tulisanmu dalam kondisi apapun. Untuk mengasah sebarapa banyak kosa kata yang dimiliki, dengan terus menulis dengan gaya dan variasi berbeda. Semakin banyak yang kamu tulis semakin kaya kamu menggunakan kata.

Banyak baca dan terus menulis ya…

tips mencari ide menulis, teknik mencari ide pokok

Belum Bisa mengorganisasikan Tulisan

Pada bagian ini hal teknis yang perlu kamu latih dan tambah. Cobalah mulai membaca dan pelajari cara menulis yang baik dan strukturalnya. Salah satu buku yang bagus untuk bisa membuat tulisanmu tertata buku Isa Alamsyah “101 dosa penulis pemula”. Didalamnya dibahas semua kesalahan yang sering dilakukan, dari sana kamu bisa belajar memperbaiki tulisanmu bertahap.

Untuk mengetahui tulisanmu semakin baik dan teratur, terus menulis, dan cobalah untuk memperlihatkannya kepada teman-teman dekat atau orang yang paham dengan tulis-menulis. Dengan banyaknya masukan akan tahu seberapa baik tulisan yang kamu buat.

Kurang menguasai tata bahasa, baik bahasa populer atau bahasa formal atau ilmiah

Nah yang ini harus sedikit berusaha lebih lagi ya. Baca dan pelajari buku yang membahas tentang tata bahasa. Lihat bahasa yang kekinian, terus penggunaan yang tepat seperti apa saja. Jika kamu termasuk orang yang malas, bisa langsung mencarinya diinternet.

Lagi-lagi kembali melatih tulisan yang sudah kamu bikin. Dengan terus latihan kamu akan tahu dengan sendirinya kekurangan dalam tulisan yang kamu gunakan. Baca buku tentang EYD, cari-cari bahan tentag penggunaan bahasa. Jika ingin menjadikan tulisan yang baik tentunya harus terus berusaha dan menulis ya. Bergabung juga dengan komunitas atau perkumpulan yang di dalamnya banyak penulis. Disana akan saling sharing tentang menulis dan kamu bisa juga minta koreksi tulisan, sehingga akan di dapatkan tulisan yang baik sekaligus belajar.

Semangat berkarya dan terus menulis

1 Komentar untuk 7 Kesulitan yang Sering dihadapi Penulis dan Solusi Mengatasinya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait 7 Kesulitan yang Sering dihadapi Penulis dan Solusi Mengatasinya

cara jadi penulis lepas, cara jadi penulis freelance

5 Alasan Kenapa harus Jadi Penulis

T 1 June 2016 F , A admin

Semangat berkarya para penulis. Anda semua pasti penulis kan. Entah nulis sms, status, blog, email, buku harian, dan apapun yang kamu tulis, berarti kamu penulis. Lebih keren lagi kalau bisa menulis buku sendiri. Entah itu novel, cerpen, buku motivasi, buku... Selengkapnya

Syarat Tulisan yang Benar, Cara menulis Buku

5 Langkah yang Wajib Dilakukan Sebelum Menulis

T 24 May 2016 F A admin

Sebelum menulis inilah 5 langkah yang wajib dilakukan penulis: Kelihatannya sepele namun ini adalah hal penting yang akan membuat tulisanmu menarik atau tidak. Jika niat kamu tulus untuk memberikan manfaat kepada orang lain, tentunya apa yang kamu tulis akan terasa... Selengkapnya

Pengertian Menulis, Syarat Menulis yang Baik

Syarat Tulisan Yang Benar

T 24 May 2016 F A admin

Ketika sudah menulis dengan nyaman dan baik, mungkin ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam tulisan, yaitu membuat tulisan menjadi benar. Kok terasa agak gantung dan dipaksain ya? Tidak masalah, karena kata detektif conan kebenaran itu hanya ada satu, hehe.... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Kursus Menulis Online Terbaik dan Terlengkap

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.