Beranda » Drafting » Cara Mengasah Kretifitas Dalam Menulis

Cara Mengasah Kretifitas Dalam Menulis

T Diposting oleh pada 11 September 2016
F Kategori ,
b 6 komentar
@ Dilihat 1368 kali

Memiliki kreativitas merupakan hal mutlak yang harus ada pada diri penulis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kreatif didefinisikan sebagai memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan.

Kreatif juga didefinisikan dengan sifat mengandung daya cipta. Kreatif juga dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu bisa berupa ide atau gagasan atau kenyataan yang relatif berbeda dengan yang telah ada sebelumnya.

Menyinggung perihal kreativitas Lawrence Clark Powell (Pustakawan Amerika, Penulis, dan Kritikus) menyatakan bahwa penulis yang baik dan penulis besar memiliki apa yang disebut sebagai tiga S, yaitu kemampuan melihat (see),  merasakan (sense), dan mengatakan (say).

Dia tanggap, merasa, dan memiliki kekuatan untuk mengungkapkan dalam bahasanya. Itulah prinsip 3S yang merupakan bentuk dari kreativitas seorang penulis.

Beberapa hal yang bisa dilakukan penulis dalam mengasah kreativitasnya adalah sebagai berikut.

  1. Rajin melakukan observasi. Untuk mengasah kreativitasnya penulis dituntut untuk rajin melakukan observasi. Observasi itu dilakukan di toko buku. Adapun tujuan utamanya adalah untuk mengetahui buku-buku terbaru yang diterbitkan.Selain itu, penulis juga bisa rutin membaca semua media cetak yang membuka peluang kontribusi naskah dari penulis luar. Dengan begitu, penulis akan meras tertantang untuk mencoba menawarkan naskahnya ke penerbit atau majalah-majalah yang diterbitkan atas karyanya. Mereka siap memuat naskah-naskah dari penulis.Bedanya, pada penerbit bisa menerbitkan naskah-naskah yang panjang sedangkan majalah-majalah atau media cetak yang lain bisa menerbitkan naskah-naskah yang pendek. Majalah dan media cetak sejenisnya memuat tulisan berupa rubrik yang bisa diisi oleh penulis.

    Selain itu, penulis juga akan berusaha mencari inovasi seperti yang diminta oleh penerbit atau majalah dan media
    massa sejenisnya.

  2. Mendatangi pameran-pameran atau peluncuran (launching) buku. Mendatangi pameran atau peluncuran buku membuat penulis mendapatkan informasi buku terbaru. Penulis juga bisa mendapatkan katalog buku dari penerbit secara gratis. Adapun isi dari katalog itu sendiri adalah database alamat penerbitan dan data seberapa banyak judul serta jenis buku yang sudah diterbitkan. Ini penting bagi penulis.
  3. Turut serta aktif di komunitas menulis. Komunitas menulis sangat penting, karena penulis bisa berkomunikasi dan berdiskusi seputar kepenulisan. Dengan adanya berkumpul dengan komunitas menulis biasanya muncul ide-ide dan kreativitas untuk menghasilkan naskah yang kreatif. Naskah tulisan yang tidak monoton.
  4. Kuasai berbagai genre. Ada pendapat yang menyatakan bahwa penulis dianjurkan untuk fokus menguasai satu genre tulisan. Lalu, bagaimana dengan penulis yang menguasai berbagai genre tulisan? Itu adalah hal yang sah-sah saja. Justru penulis yang menguasai berbagai genre dituntut untuk lebih kreatif.Karena dengan menulis banyak genre, maka ia harus kaya dengan ide dan gaya tulisan. Selain itu, penulis dengan berbagai genre membuat penulis selalu siap ketika ada penerbit yang mengumumkan bahwa perlu naskah. Hanya dalam waktu singkat ia bisa memenuhi keinginan penerbit karena dia sudah memiliki “modal” duluan.
  5. Menemui pemegang kunci keputusan. Siapa gerangan pemegang kunci keputusan itu? Ya, pemegang kunci keputusan itu adalah penerbit atau redaksi media cetak. Ada tiga hal yang bisa dilakukan penulis untuk menemui pemegang kunci keputusan, yaitu saat pelucuran (launching) buku, seminar-seminarnya, atau langsung bertandang ke kantornya.

Kelima hal di atas dapat memancing inovasi atau kreativitas yang tertanam dalam diri penulis. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba mengaplikasikan ilmunya.

6 Komentar untuk Cara Mengasah Kretifitas Dalam Menulis

  • eliza zuzana says:

    Kebanyakan orang sulit membuat kerangka pemikiran. Apalagi membuat buku, kira2 apa teorinya dalam membuat fondasi sebuah buku?

    • admin says:

      Terima kasih mbak/ibu eliza zuzana atas pertanyaannya,

      Untuk membuat fondasi buku yang harus dipersiapkan pertama adalah tema besarnya, kemudian tema besar tersebut kita part/pecah untuk di jadikan Bab per Bab, dalam prakteknya Buku fiksi dan non fiksi berbeda cara membuat fondasinya.

      Kemudian kemampuan mempart satu tema besar menjadi kecil-kecil tergantung seberapa banyak kita berlatih dan membaca buku.

      Semoga bermanfaat mbak/ibu 🙂

  • Lalu Pangkat Ali says:

    Aku punya sejumlah kumpulan tulisan tentang budaya Lombok (Sasak). Ada rencana untuk menjilidnya menjadi sebuah buku, tapi blum tahu prosen awal-akhir penerbitan. Ada yang berkenan memberi masukan?

    • admin says:

      Terima kasih atas pertanyaannya Kakak Lalu Pangkat Ali, kami coba jabarkan prosesnya ya,
      1. Yang pertama harus di lakukan adalah mengumpulkan semua tulisan tersebut,
      2. Setelah terkumpul di rapikan dengan membuat susunan daftar isi, di rapikan BAB per BAB agar nanti pembaca enak membacanya.
      3. Lakukan Editing jika bisa lakukan sendiri jika tidak bisa, Kakak gunakan jasa editor kami.
      4. Desain Cover
      5. Layout naskahnya
      6. Cetak

      Pastikan ketika di cetak bukunya sudah mendapatkan ISBN (International Serial Book Number)

      Jika kakak membutuhkan bantuan kami siap membantu untuk memproses naskah Kakak dari awal hingga terbit dan cetak.

      Kalo ada yang belum jelas jangan sungkan untuk bertanya.
      Terima kasih kakak 🙂

  • Moh Khozah Sefta El Ozay says:

    Menulis gampang-gampang susah, sepertinya benar sekali. Menulis itu bukan hal yang mudah karena harus mempunyai ide dan banyak pengalaman tentang dunia menulis sesuai kekreatipan penulis.

    Yang paling berat lagi dalam menulis adalah untuk menyelesaikan cerita karena setiap hampir selesai ide itu hilang dan semua yang akan ditulis ending hilang sehingga cerita tersebut tidak kunjung selesai.

    Pertanyaannya, bagimanakah obat ampuh untuk menyelesaikan cerita seperti diskripsi di atas.

    • admin says:

      Terima kasih kakak Khozah atas pertanyaannya.

      Saran kami agar dapat menyelesaikan naskahnya tepat waktu, yang harus dilakukan berikut ini:
      1. Sebelum menulis buatlah kerangka/outline naskahnya
      2. Riset data yang di perlukan untuk melengkapi tulisan kita
      3. Menulis bukan seperti menaiki anak tangga, jadi boleh lompat-lompat, tulis dulu yang ide nya sudah ada di kepala
      4. Jika mentok cobalah cari suasana menulis yang baru, atau main ke toko buku/perpustakaan untuk mencari inspirasi baru.
      5. Baca buku-buku yang mirip dengan tulisan yang lagi kita tulis, mungkin di sana bisa mendapatkan ide baru.

      Itu saran dari kami, semoga bisa membantu..

      Jika ada yang belum jelas jangan sungkan untuk bertanya.
      Terima kasih

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Cara Mengasah Kretifitas Dalam Menulis

Kepenulisan

Prinsip-prinsip dalam Proses Drafting atau Menulis Buku

T 14 July 2016 F A admin

Dalam proses drafting ada prinsip-prinsip yang harus Anda lakukan. Berikut prinsip-prinsip dalam proses drafting. Sejalankan dengan topik. Pastikan draf Anda sejalan dengan topik yang akan Anda tulis. Hindari membuat draf yang menyimpang atau bahkan keluar sama sekali dari topik yang... Selengkapnya

cara jadi penulis lepas, cara jadi penulis freelance

5 Alasan Kenapa harus Jadi Penulis

T 1 June 2016 F , A admin

Semangat berkarya para penulis. Anda semua pasti penulis kan. Entah nulis sms, status, blog, email, buku harian, dan apapun yang kamu tulis, berarti kamu penulis. Lebih keren lagi kalau bisa menulis buku sendiri. Entah itu novel, cerpen, buku motivasi, buku... Selengkapnya

kursus-menulis-online-cara-menulis-novel-cerpen-puisi

5 Hal Penting Dalam Menulis Berdasarkan Kisah Pribadi

T 14 September 2016 F A admin

Pertanyaan yang pernah menghampiri saya. Bagaimana jika kita menulis kisah pribadi? Menulis adalah suatu kegiatan yang pekerjaan yang tidak mengekang. Artinya, pekerjaan ini membebaskan penulis untuk berkreasi. Pendek atau panjang, nyata atau fiktif, dan nasihat atau cerita kembali kepada kehendak... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Kursus Menulis Online Terbaik dan Terlengkap

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.